{"id":9222,"date":"2026-07-21T17:39:53","date_gmt":"2026-07-21T10:39:53","guid":{"rendered":"https:\/\/sonarplatform.com\/?p=9222"},"modified":"2026-07-21T17:39:56","modified_gmt":"2026-07-21T10:39:56","slug":"mengukur-reputasi-brand-2026","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/sonarplatform.com\/id\/mengukur-reputasi-brand-2026\/","title":{"rendered":"Mengukur Reputasi Brand di 2026: Metode, KPI, dan Media Monitoring"},"content":{"rendered":"\n<p>Reputasi tidak lagi dapat dikelola hanya dengan \u201ckegiatan publikasi\u201d atau respons insidental saat krisis. Pada 2026, persepsi publik terbentuk melalui kombinasi kanal yang semakin beragam: media online, siaran, komunitas, platform sosial, hingga hasil pencarian yang mudah diakses. Dalam situasi ini, organisasi membutuhkan cara yang lebih sistematis untuk menjawab pertanyaan mendasar: <strong>bagaimana reputasi diukur secara konsisten, kredibel, dan dapat ditindaklanjuti?<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Media monitoring menjadi salah satu fondasi untuk menjawab pertanyaan tersebut. Namun, media monitoring yang efektif bukan sekadar mengumpulkan tautan berita. Ia mencakup proses end-to-end: menentukan tujuan pengukuran, mendefinisikan KPI, memastikan cakupan sumber, mengolah data (termasuk klasifikasi topik dan sentimen), hingga menyusun laporan yang relevan bagi pemangku kepentingan.<\/p>\n\n\n\n<p>Artikel ini menyajikan panduan lengkap untuk mengukur reputasi dengan media monitoring pada 2026, dengan pendekatan formal untuk audiens tingkat menengah. Fokus utamanya adalah metodologi dan praktik kerja yang terukur\u2014bukan sekadar daftar alat.<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa itu media monitoring dan bagaimana kaitannya dengan pengukuran reputasi?<\/h2>\n\n\n\n<p>Media monitoring adalah proses memantau, mengumpulkan, dan menganalisis penyebutan (mentions) tentang organisasi, produk, tokoh, atau isu tertentu di berbagai kanal media. Di level operasional, media monitoring membantu tim mengetahui apa yang diberitakan, bagaimana pemberitaan dibingkai, dan siapa yang memengaruhi percakapan.<\/p>\n\n\n\n<p>Pengukuran reputasi berbeda dari sekadar pemantauan. Reputasi menekankan evaluasi yang lebih menyeluruh: konsistensi persepsi, kualitas eksposur, tren sentimen, kekuatan pesan, serta dampaknya terhadap kepercayaan stakeholder. Karena itu, media monitoring berfungsi sebagai \u201cinput data\u201d, sementara pengukuran reputasi adalah \u201coutput analitis\u201d yang memerlukan kerangka interpretasi.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Perbedaan ringkas yang perlu dipahami:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Media monitoring:<\/strong> \u201cApa yang dibicarakan\/ditulis, di mana, dan seberapa sering?\u201d<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Analisis reputasi:<\/strong> \u201cApa arti percakapan itu bagi kepercayaan stakeholder, dan tindakan apa yang diperlukan?\u201d<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Manajemen reputasi:<\/strong> \u201cBagaimana organisasi merespons, mencegah risiko, dan membangun kredibilitas secara berkelanjutan?\u201d<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Mengapa pengukuran reputasi pada 2026 memerlukan pendekatan yang lebih terstruktur?<\/h2>\n\n\n\n<p>Pada 2026, tantangan utama reputasi bukan hanya volume pemberitaan, tetapi <em>fragmentasi kanal<\/em> dan <em>kecepatan distribusi<\/em>. Isu kecil dapat naik menjadi perhatian luas jika dibawa oleh akun berpengaruh, kemudian diperkuat oleh pemberitaan turunan, dan terus muncul dalam pencarian. Dalam situasi ini, organisasi membutuhkan indikator awal (early warning) dan cara membaca \u201ckualitas eksposur\u201d, bukan hanya jumlah publikasi.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, standar akuntabilitas juga meningkat. Pemangku kepentingan internal biasanya meminta pembuktian berbasis data: bagaimana eksposur media berubah, apakah sentimen membaik, dan apakah pesan kunci tersampaikan. Maka, pengukuran reputasi pada 2026 perlu dibangun dengan definisi yang konsisten, metodologi yang transparan, serta dokumentasi yang dapat diaudit.<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Langkah awal: tetapkan tujuan pengukuran dan definisi reputasi yang digunakan<\/h2>\n\n\n\n<p>Pengukuran yang kredibel selalu dimulai dari definisi dan tujuan. Jika tujuan hanya \u201cmelaporkan kliping\u201d, maka metriknya cukup volume. Namun jika tujuannya adalah \u201cmengukur reputasi\u201d, maka organisasi perlu mengikat pengukuran pada persepsi stakeholder dan risiko bisnis. Dengan definisi yang jelas, tim dapat memilih KPI yang tepat dan menghindari pelaporan yang sekadar informatif tetapi tidak strategis.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Tujuan pengukuran reputasi yang umum pada awareness funnel:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Memetakan <strong>tren reputasi<\/strong> (apakah membaik atau memburuk dalam periode tertentu).<\/li>\n\n\n\n<li>Mengukur <strong>kualitas eksposur<\/strong> (positif\/netral\/negatif, framing, serta pesan yang menonjol).<\/li>\n\n\n\n<li>Mengidentifikasi <strong>driver reputasi<\/strong> (topik\/isu yang paling memengaruhi sentimen).<\/li>\n\n\n\n<li>Membentuk <strong>early warning system<\/strong> untuk potensi krisis.<\/li>\n\n\n\n<li>Menyusun <strong>rekomendasi tindakan<\/strong> untuk komunikasi, PR, dan perbaikan layanan.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Tentukan cakupan kanal: apa saja yang perlu dimonitor pada 2026?<\/h2>\n\n\n\n<p>Cakupan kanal menentukan kualitas pengukuran. Jika cakupannya terlalu sempit, reputasi akan terlihat \u201cbaik\u201d padahal percakapan negatif terjadi di kanal lain. Jika cakupannya terlalu luas tanpa prioritas, tim akan kewalahan dan sulit mengeksekusi. Karena itu, organisasi perlu menetapkan cakupan berbasis risiko dan relevansi stakeholder.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Cakupan yang umumnya dipertimbangkan:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Media online:<\/strong> portal berita nasional\/daerah, media industri, blog kredibel, press release pickup.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Media sosial:<\/strong> akun resmi, akun influencer\/komunitas, percakapan publik yang relevan.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Forum &amp; komunitas:<\/strong> tempat diskusi yang sering menjadi rujukan keputusan publik.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Media siaran:<\/strong> TV\/radio (terutama untuk isu reputasi yang melibatkan publik luas).<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Owned media:<\/strong> website organisasi, newsroom, kanal resmi (untuk evaluasi \u201cmessage pull-through\u201d).<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Dalam praktiknya, banyak organisasi memilih prioritas kanal berbeda per kategori bisnis. Untuk sektor yang sangat dipengaruhi opini publik, social dan komunitas sering menjadi sumber sinyal awal. Untuk sektor B2B, media industri dan publikasi kredibel sering lebih menentukan persepsi stakeholder.<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Bangun taksonomi: kata kunci, entitas, dan klasifikasi topik<\/h2>\n\n\n\n<p>Tanpa taksonomi yang rapi, media monitoring mudah menghasilkan \u201cnoise\u201d atau data yang salah konteks. Taksonomi mencakup kata kunci (brand, produk, eksekutif, isu), entitas terkait (anak perusahaan, nama program, kompetitor), serta kategori topik yang digunakan untuk pelaporan. Taksonomi yang baik juga mempertimbangkan variasi ejaan, singkatan, dan konteks lokal.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Komponen taksonomi yang disarankan:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Entity list:<\/strong> nama brand, varian produk, nama eksekutif, program strategis, nama kampanye.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Topic buckets:<\/strong> produk\/layanan, harga\/biaya, kualitas layanan, keamanan, kepatuhan, CSR, inovasi, keluhan pelanggan.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Risk keywords:<\/strong> kata\/fras a yang sering muncul pada isu reputasi (misal: \u201ckeluhan\u201d, \u201cpenipuan\u201d, \u201cgagal\u201d, \u201cpencairan\u201d, \u201crefund\u201d).<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Exclusion rules:<\/strong> penyebutan yang tidak relevan (homonim, konteks berbeda, atau spam).<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Gunakan KPI reputasi yang seimbang: kuantitas, kualitas, dan dampak<\/h2>\n\n\n\n<p>Kesalahan umum dalam pengukuran reputasi adalah mengandalkan satu metrik. Volume tinggi bisa berarti sukses publikasi, tetapi juga bisa berarti krisis. Sentimen positif bisa tampak dominan, tetapi mungkin terjadi hanya di kanal tertentu. Karena itu, KPI reputasi sebaiknya disusun berlapis: kuantitas (berapa banyak), kualitas (bagaimana), dan dampak (so what).<\/p>\n\n\n\n<p><strong>KPI kuantitas (coverage &amp; presence):<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Mentions\/coverage volume:<\/strong> jumlah publikasi\/penyebutan dalam periode tertentu.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Share of Voice (SoV):<\/strong> porsi percakapan organisasi dibanding kompetitor pada topik tertentu.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Trend velocity:<\/strong> laju kenaikan mentions (indikasi isu yang naik cepat).<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>KPI kualitas (tone &amp; framing):<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Sentiment distribution:<\/strong> positif\/netral\/negatif (dengan validasi manual untuk kasus sensitif).<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Message pull-through:<\/strong> seberapa sering pesan kunci muncul (misal: \u201caman\u201d, \u201cresmi\u201d, \u201cbersertifikat\u201d, \u201cgaransi\u201d).<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Prominence:<\/strong> seberapa menonjol brand dalam artikel (headline, lead paragraph, kutipan).<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Source quality:<\/strong> kredibilitas dan relevansi media\/kanal (media tiering).<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>KPI dampak (business relevance):<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Brand search lift:<\/strong> indikasi minat publik (menggunakan data internal\/Google Trends bila relevan).<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Referral impact:<\/strong> klik\/kunjungan dari publikasi (jika dapat diukur melalui UTM\/analytics).<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Risk indicators:<\/strong> frekuensi isu berulang, eskalasi ke regulator\/kelompok tertentu, atau intensitas keluhan.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Menyusun indeks reputasi: cara membuat skor yang dapat dibaca stakeholder<\/h2>\n\n\n\n<p>Stakeholder sering membutuhkan ringkasan yang cepat: \u201creputasi bulan ini naik atau turun, dan karena apa?\u201d Di sinilah indeks reputasi membantu. Indeks bukan pengganti analisis, tetapi ringkasan numerik untuk memudahkan pemantauan tren. Kunci indeks yang kredibel adalah transparansi bobot dan konsistensi definisi.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Contoh kerangka indeks reputasi (dapat disesuaikan):<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>40% kualitas tone:<\/strong> sentimen + framing (dengan human review untuk sampel kritikal).<\/li>\n\n\n\n<li><strong>25% kredibilitas sumber:<\/strong> tier media, relevansi industri, otoritas kanal.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>20% pesan kunci:<\/strong> pull-through terhadap narasi strategis.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>15% risiko:<\/strong> spike velocity, topik sensitif, dan repetisi keluhan.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Indeks yang baik selalu disertai penjelasan: faktor apa yang membuat skor naik\/turun. Dengan demikian, indeks tidak menjadi \u201cangka kosong\u201d, tetapi alat pengambilan keputusan.<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Operasional 2026: workflow monitoring harian, mingguan, dan saat krisis<\/h2>\n\n\n\n<p>Pengukuran reputasi tidak dapat bersifat ad hoc. Agar berfungsi, media monitoring perlu memiliki ritme dan mekanisme eskalasi. Praktik umum adalah membagi output menjadi tiga: monitoring harian (alert), ringkasan mingguan (tren), dan laporan bulanan\/kuartalan (evaluasi strategi).<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Workflow yang lazim digunakan:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Harian:<\/strong> alert mentions penting, isu sensitif, dan spike yang melewati threshold.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Mingguan:<\/strong> topik dominan, perubahan SoV, kanal paling berpengaruh, serta rekomendasi tindakan cepat.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Bulanan\/Kuartalan:<\/strong> evaluasi indeks reputasi, efektivitas pesan, performa kampanye PR, serta rencana mitigasi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Untuk efektivitas, organisasi biasanya menetapkan <strong>threshold<\/strong> (misalnya kenaikan mentions x% dalam 24 jam, atau rasio sentimen negatif melewati angka tertentu) agar eskalasi tidak bergantung pada penilaian subjektif.<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Teknologi dan kualitas data: mengapa \u201chuman-in-the-loop\u201d tetap penting<\/h2>\n\n\n\n<p>Otomasi klasifikasi sentimen dan topik semakin umum pada 2026, namun pengukuran reputasi tetap memerlukan validasi manusia\u2014terutama untuk isu yang kompleks, sarkasme, atau konteks industri yang spesifik. \u201cHuman-in-the-loop\u201d membantu mencegah keputusan yang keliru akibat label otomatis yang salah.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Praktik kualitas data yang disarankan:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Lakukan <strong>sampling audit<\/strong> (misalnya 5\u201310% mentions) untuk memeriksa akurasi klasifikasi.<\/li>\n\n\n\n<li>Buat kategori <strong>uncertain\/needs review<\/strong> untuk kasus ambigu.<\/li>\n\n\n\n<li>Perbarui taksonomi secara berkala berdasarkan isu baru dan variasi bahasa.<\/li>\n\n\n\n<li>Dokumentasikan perubahan definisi dan bobot indeks agar hasil tetap dapat dibandingkan antar periode.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Mengubah data menjadi keputusan: format laporan reputasi yang efektif<\/h2>\n\n\n\n<p>Laporan reputasi yang efektif bukan sekadar kumpulan tautan. Laporan harus membantu pengambil keputusan memahami situasi dan langkah berikutnya. Karena audiens laporan beragam (manajemen, PR, legal, operasional), struktur laporan sebaiknya konsisten dan dapat dipindai cepat.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Struktur laporan yang umum dan efektif:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Executive summary:<\/strong> 5\u20137 poin utama (tren reputasi, penyebab, risiko, rekomendasi).<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Tren &amp; indeks:<\/strong> perubahan skor reputasi beserta faktor pendorong.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Top topics &amp; drivers:<\/strong> isu yang paling memengaruhi sentimen.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Share of Voice:<\/strong> posisi dibanding kompetitor pada topik prioritas.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Key messages:<\/strong> seberapa kuat pesan kunci tersampaikan.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Action plan:<\/strong> langkah komunikasi, perbaikan informasi, atau mitigasi risiko.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Jika organisasi memiliki halaman layanan internal, tautan <a href=\"https:\/\/sonarplatform.com\/id\/apa-itu-media-monitoring\/\">Media Monitoring<\/a> dapat digunakan sebagai rujukan proses kerja dan standar pelaporan internal.<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kesalahan yang sering terjadi dalam mengukur reputasi dengan media monitoring<\/h2>\n\n\n\n<p>Pengukuran reputasi sering tidak menghasilkan dampak karena kesalahan desain. Kesalahan ini biasanya bukan teknis, melainkan konseptual: memilih KPI yang tidak relevan, taksonomi yang lemah, atau laporan yang tidak memberi rekomendasi. Menghindari kesalahan umum akan meningkatkan kredibilitas hasil sekaligus efisiensi operasional.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Kesalahan yang perlu dihindari:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Menilai reputasi hanya dari <strong>volume pemberitaan<\/strong> tanpa kualitas tone dan sumber.<\/li>\n\n\n\n<li>Menggunakan sentimen otomatis tanpa <strong>validasi<\/strong> untuk isu sensitif.<\/li>\n\n\n\n<li>Tidak membedakan kanal (media tier) sehingga SoV dan exposure menjadi bias.<\/li>\n\n\n\n<li>Laporan hanya informatif (kliping) tanpa <strong>insight dan rekomendasi tindakan<\/strong>.<\/li>\n\n\n\n<li>Tidak menetapkan threshold, sehingga eskalasi krisis terlambat.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">FAQ<\/h2>\n\n\n\n<p>Bagian berikut menjawab pertanyaan yang paling sering muncul ketika organisasi mulai mengukur reputasi melalui media monitoring. Jawaban disusun singkat namun operasional agar dapat langsung menjadi rujukan kerja.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>1) Apakah media monitoring sama dengan social listening?<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p>Tidak sepenuhnya. Media monitoring biasanya menekankan pemantauan media dan publikasi (online, siaran, dan kanal yang diperlakukan sebagai \u201cmedia\u201d), sedangkan social listening lebih fokus pada percakapan sosial dan komunitas untuk menangkap suara pelanggan (VoC). Keduanya dapat digabungkan agar pengukuran reputasi lebih komprehensif.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>2) Metrik apa yang paling penting untuk mengukur reputasi?<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p>Tidak ada satu metrik tunggal. Praktik yang baik menggunakan kombinasi: sentiment (dengan validasi), kualitas sumber (tier), share of voice, serta message pull-through. Untuk kebutuhan manajemen, indeks reputasi dapat membantu memantau tren dari waktu ke waktu.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>3) Seberapa sering reputasi perlu dilaporkan?<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p>Umumnya organisasi menjalankan monitoring harian (alert), ringkasan mingguan (tren), dan laporan bulanan\/kuartalan (evaluasi). Frekuensi dapat ditingkatkan saat ada isu sensitif atau periode kampanye besar.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>4) Bagaimana memastikan analisis sentimen tidak menyesatkan?<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p>Gunakan pendekatan human-in-the-loop: audit sampel, tandai kasus ambigu, dan perbarui taksonomi. Untuk isu kritikal, lakukan review manual pada mentions dengan engagement tinggi atau yang berasal dari media berpengaruh.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>5) Apakah indeks reputasi dapat digunakan sebagai KPI tunggal?<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p>Indeks sebaiknya digunakan sebagai ringkasan, bukan KPI tunggal. Indeks perlu didampingi driver analysis (topik, sumber, pesan) agar keputusan yang diambil tidak hanya berdasarkan \u201cangka\u201d, tetapi juga penyebab perubahan.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>6) Apa keluaran paling bernilai dari media monitoring?<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p>Selain laporan, keluaran paling bernilai adalah early warning dan rekomendasi tindakan: isu yang perlu dijawab, pesan yang perlu diperkuat, serta perbaikan informasi\/layanan yang dapat menurunkan risiko reputasi.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Panduan formal 2026 untuk mengukur reputasi dengan media monitoring: mulai dari penetapan KPI, pemilihan kanal, analisis sentimen dan share of voice, hingga indeks reputasi dan pelaporan.<\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":9322,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[97],"tags":[148],"class_list":["post-9222","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-media-monitoring-id","tag-brand-reputation"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/sonarplatform.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9222","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/sonarplatform.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/sonarplatform.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sonarplatform.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sonarplatform.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9222"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/sonarplatform.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9222\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9223,"href":"https:\/\/sonarplatform.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9222\/revisions\/9223"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sonarplatform.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9322"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/sonarplatform.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9222"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/sonarplatform.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9222"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/sonarplatform.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9222"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}